Sabtu, 29 September 2012

Reasons, why I Smile… ( part-1)


Title                             :   Reasons, why I Smile…  ( part-1)
Author                        :   Suit Zoma
Main Cast                   :  - Choi Minho Shinee a.k.a Minho,
               - Yurina SunRa ( Park SunRa ) it’s you readers.
Support Cast              :  - Keluarga Park,
   - Keluarga Choi,
   - Han Gayeon ,
   - No Minwoo ( Boyfriend ),
   - Lee Gikwang ( B2ST),
   - Shinee Member,
   - etc.
Length            : Sequel
Genre              : Friendship, Romance, life, Mystery and.. and…
  author juga gak tau apa lagi *gubrak. Comedy (?) maybe.
Rating             : +17
Summary        :
            Aku tidak tau entah kapan dan bagaimana perasaan itu mulai tumbuh. Kupikir hanya suatu kebetulan saat melihatmu berada di pinggir jalan. Aku juga sempat berpikir, kau hanyalah orang biasa yang suka hal-hal jorok berbeda dengan yeoja pada umumnya yang selalu ingin tubuhnya steril tanpa tersentuh debu sedikit pun.
            Siang itu aku sedang merasa penat dan ingin keluar untuk sekedar mencari udara segar. Sebuah potret yang begitu indah. Tanpa disangka-sangka aku melihatmu lagi, kali ini tepat di depan sebuah halte bus, kau sedang berdiri di sana sembari mendongakkan kepalamu ke atas, menatap langit musim panas yang begitu menyilaukan sembari memejamkan matamu. Ketika itu aku bisa melihat senyuman terukir di wajahmu, dari samping. Tubuhmu yang saat itu terkena cahaya matahari seolah berubah kelabu. Terpaan angin yang membuat rambut panjangmu berkibar begitu indah di mataku. Aku tidak ingin mengkhianati seseorang yang ‘kini kurasa’ sudah lebih dahulu memenuhi ruang hatiku, tapi sungguh aku tidak bisa berbohong. Aku.. Aku terpesona olehmu..

A.N                 :
            
            Aku gak tau lagi mesti bilang apa langsung aja ya chingu. Kritik dan sarannya kutunggu loh.. Jujur aja deh, jika ini FF ancornya gak ketulungan. Karena sungguh bagiku perkataan yang blak-blakan itu jauh lebih menyenangkan meski kenyataan menyakitkan hati sih. But, it’s okay.. Dan buat orang-orang siapa pun dan dimana pun jika ada kesamaan tokoh, alur, dan masalah yang ada di dalam cerita ini. Aku benar-benar minta maaf ya, karena sungguh ini murni imajinasi yang kudapat dari sebagian mimpi yang kualami sendiri, juga dari curhatan kisah cinta sahabat-sahabatku... :D serta dari beberapa film drama yang mungkin udah basi banget.. oke Cekidot~..

~~ Part 1 ~~

________ Author pov ________

Musim panas yang begitu cerah. Panas matahari yang begitu menyengat. Bahkan udara malam di musim panas ini masih begitu terasa menyengat. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat. Seharusnya jika sudah jam segini semua orang pasti akan lebih memilih untuk berkutat tidur di atas ranjangnya yang empuk dan menghidupkan AC full.
Tapi, sepertinya untuk malam ini. Hal itu tidak berlaku bagi sebagian orang.

“Kyaaa………..”  jeritan seorang yeoja dari dalam sebuah rumah yang terletak di salah satu perumahan elit di kota Seoul.

Teriakan itu membuat anjing tetangga sebelah menggonggong hebat. Tapi  meski begitu tidak mengurungkan niat orang-orang yang sudah terhanyut dalam buayan mimpi untuk beranjak meninggalkan mimpinya sejenak demi mencari tau KENAPA si anjing menggonggong hebat seperti itu.

Lama kelamaan gonggongan anjing itu pun mereda…

“ Akh~ eempph……” jerit yeoja itu lagi. Sepertinya kali ini jeritan itu tertahan . Karena mulut yeoja yang tadi menjerit kini dibekap oleh seorang namja yang duduk di sampingnya.

“ Diamlah…” sewot namja itu masih dengan posisi sebelah tangannya membekap mulut yeoja itu.

“ Kyaa…….. “ kali ini malah mereka berdua yang menjerit berbarengan.

Mari kita terawang (?)… Yeoja itu menjerit karena ada sesuatu yang menyentuh punggungnya. Sedangkan si namja menjerit histeris karena tangannya yang tadi digunakannya untuk membekap mulut yeoja itu malah digigit si yeoja.

  Yak, Park SunRaaa.. Tega sekali kau menggigit tanganku “ pekik namja itu tidak terima dengan perlakuan yeoja yang tadi mulutnya dibekapnya. Namja itu meringis kesakitan sambil mengibas-ngibaskan tangannya di udara.

“ Maaf deh bang. “ ujarnya dengan raut wajah menyesal.

“ Kya~.. eumph…” teriak SunRa dan buru-buru di bekap lagi oleh orang yang di panggilnya ‘Abang’ itu.

“ Hais~ kau ini, hantunya belum muncul tauk…” ketus namja itu sembari menjitak kepala saeng-nya
“ Iya. memang belum muncul. Ta… tapi siapa yang memegang punggungku…” kata yeoja itu dengan nada bergetar sembari menatap namja yang duduk bersila di atas sofa yang sama dengannya dengan tatapan merana.

Eh, si namja itu malah gak peduli dan terus melanjutkan aksinya –nonton DVD horor-. Sesaat dia menoleh dan berkata “ Aku tidak tertarik denganmu SunRa-ah..” katanya dengan tampang datar namun terdengar serius.

Pletak~

“ Bukan itu maksudku. Tangan siapa di punggungku..” kali ini yeoja itu membentak Oppa-nya dan mulai bergerak-gerak gelisah.

“ Mana aku tau… Hais~ sudahlah ini masih pertengahan film dan belum ending…” kata namja itu santai dan terus dengan aksinya. Nonton DVD. Tidak menghiraukan saeng-nya yang udah gelisah di sampingnya.

“ Jie Hu Oppa… serius… “ rengek yeoja itu sambil mengguncang lengan Oppa-nya.

“ Yang jelas itu bukan ak… Kau bilang apa ? “ tanya namja itu tercekat. Baru sadar dengan ucapan saeng-nya. Karena dia tau, jika saeng-nya sudah memanggilnya dengan embel-embel ‘Oppa’ itu artinya dia serius. Keripik kentang yang akan mendarat ke dalam mulutnya pun terjatuh ke lantai. Matanya yang bulat kini terlihat semangkin bulat dengan mulut ternganga lebar.

“ Tuh, kan Oppa tangan itu… ugh hu… dia.. mem..mem..belai rambutku.” Ucap yeoja itu terbata sembari mempererat pelukannya di lengan kokoh Oppa-nya.

“ Ck~ Aku tidak akan tertipu lagi.. Kau ini sudah seperti yeoja yang ada di situ saja.. “ celetuk namja itu lagi sambil menunjuk TV, curiga bahwa saeng-nya akan mengerjainya lagi.

Yang kebetulan kata-kata yeoja itu sesuai dengan adegan horor yang ada di dalam DVD. Seorang yeoja yang duduk meringkuk di atas kursi belajar dan tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh pundaknya. Tapi saat dia menoleh kebelakan tidak ada orang yang ada hanyalah ranjang tidurnya yang tertata rapi. Namun saat dia melihat ke depan.. Kyaa.. author gak berani ngebayangkannya. Mata merah yang melotot itu, wajah pucat itu, bibir kebiruan itu, taring yang keluar dari mulutnya dan darah yang menetesi sudut bibir pucatnya, rambut panjang yang berantakan dan aura dingin yang menusuk kulit ditambah dentingan jam yang menunjukkan pukul 12 tepat tengah malam, semuanya tepat berada di depan wajah yeoja yang ada di dalam DVD itu.

Lalu namja bernama Jie Hu itu menoleh dengan matanya yang melotot ke arah saeng-nya. “ Kau.. Mana tanganmu ? “ tanyanya  galak sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Ini tanganku.. “ jawab yeoja itu sambil mengarahkan pandangannya ke kedua tangannya yang sudah sedari tadi melingkar di lengan Oppa-nya. “ Lalu siapa yang mengelus tengkukku.” Gumamnya yang masih bisa didengar dengan jelas oleh SunRa.

“ Mana aku tau. Oppa sih gak percaya..” rengek SunRa lagi. Hening sesaat. Mereka saling  bertatapan menggunaka telepathy (?). Sementara itu si  yeoja hanya geleng-geleng kepala seperti sudah tau apa maksut Oppa-nya.

“ Aku enggak mau.” kata yeoja itu mantap sambil mengerucutkan bibir mungilnya.

“ Kau harus mau.. lakukan dalam hitungan ketiga..” paksa Jie Hu Oppa-nya sambil mencengkram lengan saeng-nya.

“ enggak..” tolak yeoja itu mentah-mentah. “ Ah~ oppa~ tangannya..” rengeknya. Yeoja itu sudah gemetaran karena tangan itu sudah mulai beranjak dari pinggangnya menuju lehernya dan kini sudah membelai-belai rambut panjangnya yang diikat kuda.

“ Lakukan saja apa yang kukatakan. “ desak namja itu sambil memegang kedua pipi saeng-nya dengan kedua tangannya serta dengan tatapan serius. Sementara si yeoja menggeleng.

“ Kalau kau tidak mau melakukannya. Aku tidak akan membelikanmu es krim lagi, tidak ada kentang goreng dan tidak ada…….” Ancam namja itu tetapi belum siap dia bicara SunRa malah menutup mulut Oppa-nya dengan jari telunjuknya.

“ Okay, lakukan..” pasrahnya. Namja itu mengangguk. Keduanya semangkin tegang. Perasaan campur aduk. Ditampah lampu yang kedip-kedip menambah suasana horor begitu menyengat di ruangan itu.

“ tiga “ sorak namja itu. Mereka pun menoleh dan…

Gedebuk~

Prak~

“ Kyaa……….” Jerit mereka berdua saat melihat dua sosok makhuk dengan wajah putih dan mata hijau ditambah sorotan cahaya yang muncul dari bawah dagu kedua makhluk itu dan disertai suara cekikikan membuat dua manusia itu ketakutan setengah mati -SunRa dan Jie Hu-.

“ Aku belum mau mati…. Aku belum mau mati…..” ucap yeoja itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya di bahu Oppa-nya.

“ Aku juga tidsk mau pabo~……. “ balas namja itu sembari memeluk saeng-nya.
Tiba-tiba mereka tersadar akan sesuatu dan saling berpandangan dengan raut wajah mengkerut.“ Piyama ?“ ujar mereka berdua sembari berpandangan yang entah bagaimana sudah ada di bawah kolong meja.

“ Ahjumma, Ahjussi.. “       “ Eomma, Appa….” Kaget mereka karena akhirnya menyadari bahwa dua makhluk yang membuat mereka begidik ngeri tadi adalah Eomma dan Appanya Jie Hu yang sedang memakai masker dan mentimun di matanya..

“ Hais~ Eomma ini tidak lucu tauk…. “ celetuk Jie Hu.

“ Kalian sendiri yang kurang kerjaan sudah tau tidak sanggup melihat hantu. Tetap juga menonton DVD horor.” Ejek namja paruh baya, Appa-nya Jie Hu sambil ikutan nimprung makan kentang goreng yang masih tersisa di atas piring yang terletak di atas meja.

“ Yeobo jangan makan lagi. Nanti maskernya hancur.. “ kata Eomma Jie Hu sambil merampas kentang goreng yang siap di makan oleh nampyeon-nya itu.

“ Ck~ Appa.. Kenapa Appa jadi ikutan memakai masker seperti Eomma sih..” gerutu namja bernama Jie Hu itu.

“ Tadinya aku tidak mau. Tapi ternyata ini menyenangkan, ya kan yeobo..” kata Appa Jie Hu sembari meletakkan mentimun yang di kenakannya untuk menutupi matanya tadi di atas meja dan kemudian mengelus rambut istrinya mesrah.

Ternyata tangan-tangan yang menjahili mereka itu adalah tangan Appa dan Eomma-nya Jie Hu. Dua orang paruh baya ini, memang sangat amat jahil. Bahkan kejahilan mereka itu sudah tidak ketulungan lagi. Dulu hanya Jie Hu dan Park Woo Bin hyung-nya Jie Hu yang selalu dikerjai dua orang paruh baya itu. Tapi semenjak Woo Bin menikah dan tinggal di rumahnya sendiri jadilah Jie Hu seorang yang jadi bahan kejahilan di rumah itu. Tapi sekarang semenjak ada SunRa di rumah ini jadilah mereka -SunRa dan Jie Hu- menjadi bahan kejahilan mereka.

“ Ahjussi, Ahjumma kalian hampir membuat jantungku copot tauk.. “ kata SunRa sambil memegangi dadanya yang masih berdebar-debar.

“ Hahaha… Kalau begitu kami berhasil dong.. “ Jawab Ahjumma-nya dengan tawa evil.
Sementara SunRa dan Jie Hu sudah memasang wajah dongkol karena perbuatan suami-istri ini.

________ SunRa pov ________

Jigeum naega haneun yaegi
Neol apeuge halji molla
Ama nal jukdorok miwohage doel kkeoya
Naega yejeon gatji antadeon ne mal
Modu teullin mareun aniya
Nado byeonhaebeorin nega nat seolgimanhae.. e-e…

Lagu itu mengalun, lagu yang biasa membuatku tenang dalam kesendirianku itu kini membuat suasana hatiku yang sudah suram semangkin suram. Handphone-ku berdering. Aku tersentak dari lamunan. Kuhapus air mata yang masih tersisa di pipiku dengan kasar. Terlalu malas untuk melakukan apa pun sekarang.. Ku acak isi hand bag-ku dengan malas untuk mencari benda putih yang ada lambang apple di belakangnya.

Buru-buru kutekan tombol hijau yang ada di layar I-phone ku “ Hallo…” sahutku pada orang yang ada di seberang sana. Berusaha setenang mungkin untuk menyembunyikan suara parauku.

Hallo, sayang.. Hey, kenapa dengan suaramu ?.. “ tanya orang itu.

“ Tidak apa-apa Ma. Mama apa kabar ? Aku kangen…. “ kataku mengalihkan pembicaraan berusaha meyakinkan Eomma-ku.

Kabar baik sayang. Kau ini baru juga Mama telfon tadi malam sudah kangen lagi..
Ku lihat bus yang kini berhenti di depan halte. Segera kulangkahkan kakiku ke dalam bus dan menghempaskan tubuhku di salah-satu tempat duduk di dalamnya.

“ Hehhe… Iya nih Ma, Kapan nih selesai tugas Appa di LA ? “ tanyaku.

Sepertinya Appa-mu akan tetap di LA selama 2 atau 3 tahun lagi. Kau baik-baiklah di sana bersama Paman dan Bibimu ya, sayang.

“ Hais~ katanya hanya 3 tahun saja.. Kalau begitukan lebih baik aku kuliah di LA saja..” rengekku.

Yak, kau ini. Apa kau lupa hah~.. Bukankah itu keputusan yang sudah kau ambil. Lagi pula kau sudah menjalaninya selama lebih dari 2 tahun kan. Dan lagi Paman dan Bibimu juga tidak keberatan...  repet Mamaku.

Kalian pasti bingung kenapa aku memanggil orang tua ku Appa dan Mama. Harusnya kan Appa dan Eomma atau bahasa Indonesianya Ayah dan Mama. Appa adalah keturunan Korea-Jerman sedangkan Mamaku asli Indonesia. Well, tergantung mood saja memanggilnya.. hehhe *digampar Appa-Eomma*.

“ iya deh iya… “ kataku mengalah.

Oh iya hampir saja Mama lupa memberi taumu.. Minggu depan kami akan datang ke Seoul dan ada hal penting yang akan Appa-mu katakan padamu..”

“ Hal penting apa ? “ tanyaku penasaran.

Nanti kau juga akan tau. Seminggu lagi, oke sayang..

“ Hm… Okelah “

Sambungan terputus. Ku masukkan I-phone ku ke dalam tas. Lalu beranjak menuruni bus yang sudah berhenti. Berjalan menuju kompleks perumahan yang tidak begitu jauh dari halte bus tempat aku turun tadi. Rumah Park Ahjussi-ku.

Ya, sudah hampir tiga tahun ini aku tinggal bersama keluarga Park Ahjussi, dia itu Hyung-nya Appaku. Seperti yang kubilang Appa juga Ahjussi-ku adalah keturunan Korea-Jerman tapi lama tinggal di Indonesia karena pekerjaan Harabheojhi-ku yang mengharuskan mereka ikut berpindah-pindah negara. Sehingga akhirnya mereka menikah dengan orang Indonesia asli.

Awalnya aku menolak untuk tinggal bersama Ahjussi-ku. Karena aku tidak mau menjadi parasit atau pun benalu di keluarga Ahjussi-ku. Tapi ternyata Ahjumma-ku malah mati-matian ingin aku tinggal bersamanya. Ahjussi dan keluarganya adalah orang yang sangat baik dan ramah. Sudah berulang kali aku menolak tapi tetap saja Ahjumma menyuruhku untuk tetap tinggal bersamanya. Karena Ahjussi bilang, Ahjumma sangat menginginkan seorang anak perempuan di keluarganya dan dia sangat senang dengan berita bahwa aku akan kuliah di Korea. Jadilah aku mengalah, tapi jangan pikir aku tinggal bersama mereka itu gratis ya. Aku juga rajin membantu Ahjumma di rumah. ( readers : Gak nanyak woii*digorok SunRa*)

Dan itu kebukti. Ahjumma bahkan pernah mendandani Woo Bin Oppa dan Jie Hu Oppa yang saat itu masih berumur 6 dan 4 tahun karena terobsesi sama anak perempuan. Dan itu sukses membuat aku terpukau melihat foto masa kecil mereka. Benar-benar yeppeoda… Sangkin cantiknya sampai-sampai aku pikir itu adalah foto-foto Ahjumma dan saudari perempuannya ketika kecil. Ternyata salah, itu memang Oppaduel-ku. Dan sampai sekarang Park bersaudara itu sangat amat takut sama yang namanya waria (?). Wajah mereka juga selalu berubah drastis jika disebut namja yeppeo. Tapi apa daya, kenyataan tetaplah kenyataan.

“ Dorrr~……” teriak seseorang dari balik jendela saat aku akan memencet bell.

“ Astaga Oppa~…” kataku sembari mengelus dadaku karena kaget.

Inilah salah-satu kebiasaan Oppaku ketika aku pulang. Mengejutkanku, dan bodohnya aku selalu lupa dengan kebiasaannya yang satu ini sehingga membuat jantungku hampir copot setiap kali pulang dari kampus. Terutama jika aku pulang telat seperti ini.

“ Hahaha…… Daebak~ aku berhasil mengagetkanmu lagi ahahaha….” Tawanya girang sembari memegangi perutnya.

“ Itu tidak lucu..” dengusku kesal. Aku terlalu tak bersemangat untuk meladeni Oppa-ku ini sekarang.

“ Hahaha…. Itu lucu Amoy… “ ejeknya yang tak kuhiraukan..

Setelah memberi salam pada Ahjuma dan Ahjussi langsung saja aku menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarku. Hari ini terlalu lelah, penat, sesak, itu yang kurasakan. Bahkan untuk menyunggingkan senyum saja aku tidak sanggup.

SEMPURNA. Sempurna sekali hari ini huh~… Hancur sudah kepercayaan yang kubangun selama ini..

--------------- Flash back ---------------

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Mata kuliah hari ini sudah selesai sejak dua jam lalu. Tapi aku dan teman-teman seperjuanganku (?) harus berkutat di ruang laboratorium untuk membuat beberapa sample percobaan tentunya bersama Kim songsagniem. Untungnya sekarang sudah selesai dan aku bisa bergegas pulang.

“ SunRa-ah mianhae aku tidak bisa ke toko es krim sekarang. Eomma menyuruhku untuk pulang cepat.“ sesal Gayeon chinguku sembari mengerucutkan bibirnya..

“ Nan gwanchana. Tenang saja aku bisa pergi sendiri..” kataku sembari tersenyum.

“ Hais~ padahal hari ini aku sangat ingin memakan es krim. “ gerutu Gayeon. “ Ya sudah kalau begitu aku duluan ne.. Anyeong..” pamit Gayeon dan aku pun mengangguk.

Segera aku berjalan ke toko es krim yang letaknya memang tidak begitu jauh dari Seoul International University (SIU) *author ngarang nama kampusnya* . Ya, aku adalah salah satu mahasiswi jurusan Kedokteran SIU begitu pula chingu-ku tadi, Han Gayeon namanya. Biasanya setiap akhir pekan sehabis pulang dari kampus aku dan Gayeon selalu mampir ke toko es krim langganan kami karena bisa dibilang kami ini maniak es krim, tidak peduli musim panas atau pun musim dingin sekali pun kami tetap memakan es krim.

Aku pun melangkahkan kakiku memasuki toko es krim favorite-ku ini. Rasanya sudah lama sekali tidak ke sini. Hari ini tidak begitu ramai. Hanya terlihat beberapa orang tua yang membawa anaknya untuk membeli es krim dan beberapa pasang kekasih.

“ Eh, kekasih ? “ gumamku tidak jelas.

Kupusatkan pandanganku menangkap sosok sepasang kekasih itu. Sepasang kekasih yang tengah duduk di pojokan. Meski mataku minus bukan berarti aku tidak bisa melihat orang yang duduk beberapa meter di sudut kanan ruangan ini, bukan ?

Aku tau jelas, itu pasti dia. Aku tidak mungkin salah mengenali orang. Satu tahun bukan waktu yang singkat untuk mengenali fisik seseorangkan ? Tentu saja itu sangat jelas. Mana ada orang biasa yang menutupi tubuhnya dengan jaket, topi, kaca mata beningnya, dan syal di musim panas seperti ini. Dia duduk bersama seorang yeoja yang juga mengenakan pakaian yang tidak jauh berbeda darinya. Sepertinya yeoja itu juga berstatus sama dengannya.

Chu~

Sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Oh Tuhan kuatkan aku, hatiku perih bagai minyak mendidih yang disiram air, aku terlalu syok melihat adegan di depanku. Brak~ tanpa sadar  kotak yang sedari tadi kupegang jatuh dari genggamanku. Seketika itu pun dia menoleh ke arahku. Aku rasa dia sedikit tersentak melihat aku yang berdiri di depan pintu toko es krim ini. Kulihat dia bangkit dari duduknya dan menghampiriku.

“ SunRa-ah…” serunya. Ternyata dia sudah berdiri di sampingku.

Cepat-cepat kupungut kotakku, untung alat-alat praktekku tidak berserakan. Aku pun segera berbalik membuka pintu keluar. Berusaha tidak menghiraukan namja itu.

“ Chankhaman…” katanya dan menarik lenganku membuatku berbalik menghadapnya.

“ Oppa~ siapa yeoja ini ? Apa dia chingu-mu ? “ tanya yeoja yang tadi menciumnya yang ikut menghampiriku. Aku pun menghentakkan genggaman tangannya. Sangkin kesalnya, sepertinya musim panas ini akan semangkin panas bagiku.

“ Jadi ini yang disebut sibuk.. “ sindirku padanya. Berusaha mengendalikan emosiku agar tidak menangis.

“ Tidak begitu aku…”

“ Sebenarnya kau ini siapa nona ? “ tanya yeoja itu lagi memotong perkataan namja ini dan kini kulihat dia menggenggam tangan namjachingu-KU dengan erat. Aku benar-benar kesal sekarang.

“ Aku ? siapa ? harusnya aku yang bertanya.. Kau itu siapa ? ” ketusku dengan nada dingin.

“ Aku yeojachingu-nya Gikwang Oppa.. Seo Jiyeon.. kau siapa ?” tanya yeoja itu santai dengan senyum meremehkan. Oh, mau coba menantangku rupanya.

Hah~ Yeojachingu ? Lalu aku apa ? Ku lihat namja yang ada di sampingnya. Kenapa ? tidak berani menatap mataku hoh~, batinku.

“ Oh ! Jadi yang di televisi itu benar. Bagus sekali kau Gikwang-ssi…” aku meninggikan nada suaraku dan menggikit sudut bibir bawahku berusaha untuk mengendalikan perasaan sesak ini agar air mataku tidak jatuh. Namja ini sudah benar-benar menghancurkan kepercayaan yang sudah susah payah kubangun.

Yah, ada sebuah reality show yang baru-baru ini dibuat oleh salah satu stasiun televisi di Korea. Yang mengharuskan kedua pasang artis menjalani hubungan selayaknya kekasih, awalnya aku mengira itu hanyalah hiburan saja. Ternyata aku salah.

“ Ini tidak seperti yang kau..”

“ Yang aku pikirkan.. begitu ? Aku lelah Gikwang-ssi… lelah…” senggakku lirih dan kini tumpahlah sudah air mata yang sedari tadi kubendung. Aku pun keluar dari toko es krim itu. Pabo~ SunRa pabo~ menangis didepannya. Menyedihkan, gerutuku dalam hati.

Ya.. Aku lelah. Teramat lelah menunggumu. Aku lelah dengan sikapmu. Tidakkah kau melihat !! Aku juga yeoja sama seperti mereka yang tidak suka menunggu dan diabaikan. Batas kesabaranku sudah habis sekarang.

“ SunRa-ah dengarkan ! Aku bisa menjelaskannya.. aku.. “ Gikwang mengejar sembari menarik lenganku berusaha menjelaskan semuanya.

“ Aku tidak butuh penjelasan darimu lagi Gikwang-ssi. Semuanya sudah berakhir.. “ ketusku dan menghentakkan genggaman tangannya lagi. Aku pun berlari secepat mungkin. Dia memanggilku tetapi aku tidak menghiraukannya. Mataku benar-benar perih sekarang, rasanya susah sekali untuk bernafas.

-------------- Flash back end -------------

‘Bodoh.. Kenapa aku harus menangisi namja itu lagi. Ah~ ini tidak benar.. SunRa pabo ini bukan dirimu. Ah~ mataku kenapa kau tidak bisa di ajak kompromi dan ini lagi kenapa juga dadaku sesesak ini.’ Gerutuku dalam hati sambil meninju-ninju boneka Doraemon jumbo kesayanganku yang tidak 
berdosa ini.

“ Heh~ kenapa kau siksa si Doraemon itu ? “ tiba-tiba Oppa-ku menyempulkan kepalanya dari balik pintu kamarku yang tidak ku kunci tadi. “ Ck~ bocah cengeng “ katanya lagi menghampiriku yang sedang duduk di atas kasur masih dengan meninju bonekaku dan mendorong dahiku dengan jari telunjuknya.

“ Aku tidak cengeng Bang “ kataku kini dengan bahasa ibuku.

“ Masih tidak mau mengaku.. Lihat tuh, muka si Doraemon udah basah semua karena air matamu..” tuduhnya.

“ Hais~ diamlah…” ketusku dan berbalik memunggungi Oppa-ku yang duduk di sudut ranjangku. Oppa memang orang yang paling ngeselin. Dia satu-satunya orang yang paling tidak bisa kubohongi.

Jreng~ Jreng~

Bagaimana caranya untuk..
Meruntuhkan.. Kerasnya hatimu..
Ku sadari… Ku tak sempurna…
Ku tak seperti yang kau inginkan….

Si Oppa malah menyanyi dengan gitar yang di bawanya tadi. Membuatku semangkin emosi dengan lagu itu. Tidak taukah dia lagu itu AKU BUANGEETTT…… Kubalik badanku untuk melihat wajah si Oppa. Tapi dia malah terus menyanyi dengan senyum cengegesannya. Tidak memperdulikan tatapan membunuhku.

“ Berhenti enggak..” ancamku siap untuk melemparnya dengan guling dan masih menatapnya dengan aura membunuh. Oppa malah terus menyanyi dengan suaranya yang semangkin keras.

Jreng~ Jreng~

Kau hancurkan aku dengan sikapmu..
Tak sadarkah kau telah menyakitiku..
Lelah hati ini meyakinkanmu..
Cinta ini…. membunuhkuu..

“ Park Jie Hu…. “ teriakku dengan penuh penekanan, aku kesal sekarang dan melempari si Oppa dengan bantal, guling dan boneka-boneka yang ada di ranjangku.

“ Yak, yak, yak…. Hentikan…” pintanya. Aku tidak peduli, aku pun berdiri di atas ranjang dengan bonekaku yang tersisa. Ya, boneka Doraemon ukuran jumbo tadi. Biar kau tau boneka Doraemonku itu seukuran orang dewasa yang duduk di atas kursi. Kini, boneka itu sudah di atas kepalaku, bersiap untuk melempar si Oppa.

“ Ya, yak mau apa kau dengan boneka itu “ panik Oppa sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada karena dia tau seberat apa boneka ini. Sebab waktu membelinya si Oppa-lah yang kupaksa untuk membawanya pulang. Aigo~ ternyata boneka ini sangat berat, batinku.

Bruk~………… Kulempar boneka itu. Tapi sayang, meleset.

“ Tidak kenak wek~…” ejeknya sambil memeletkan lidahnya.

“ Oppa~….” Pekikku.

________ Author pov ________

Seseorang sedang duduk di sebuah taman yang terletak di tengah kampus SIU (Seoul International University). Seorang namja yang sedang duduk memperhatikan yeoja yang sedang duduk di bawah pohon taman kampus. Namja itu tersenyum. Dia memegangi dadanya.

“ Perasaan ini lagi “ namja itu bergumam sembari tersenyum manis.

Sesekali ia berpura-pura membetulkan kaca mata yang di kenakan. Sepertinya itu kaca mata minus yang tidak terlalu tebal. Dia membetulkan letak kaca matanya lagi saat yeoja yang sedang dipandanginya itu menoleh ke kanan dan ke kiri sepertinya yeoja itu merasakan ada seseorang yang telah memperhatikannya. Namun, yeoja itu tidak mau mengambil pusing dan terus melanjutkan bacanya.

Namja itu terus menatap tiap jengkal wajah yeoja yang dikaguminya itu. Namja itu tersenyum lagi. Namja dengan postur tubuh tergolong tinggi. Tidak terlalu kurus. Tapi, sepertinya namja ini sangat pendiam dan pemalu. Bahkan hanya dengan memandangi wajah yeoja yang sedang dipandanginya sekarang membuatnya tersenyum gak jelas dan bergerak-gerak gugup.
Namja itu mulai menulis. Mengambil selembar kertas dari dalam tas ransel yang dikenakannya. Mulai menggoreskan tinta hitam pada kertas itu. Dia menulis dengan senyuman yang terukir di wajahnya.

Hari ini aku melihatmu lagi. Kali ini kulihat kau sedang duduk sendirian di taman kampus. Tidak seperti biasanya kau sendiri, tidak ada chingu-mu di sana. Kau tau, aku melihatmu seolah waktu berhenti. Tidak ada orang lain yang kulihat di sana. Kau satu yang membuatku gila. Seluruh perhatianku tersedot olehmu. Terbesit keinginanku untuk menghampirimu. Tapi, aku sadar. Aku tidak punya cukup keberanian untuk menghampirimu. Kau, senyumanmu, matamu dan ketulusanmu aku menyukainya. Ingin sekali menyapa dan menghampirimu. Tapi aku tidak sanggup. Debaran ini ? Apa kau juga merasakannya ?

From : You’re secret admirer, Baby..

Kemudian namja itu melipat kertas yang ia tulis tadi, dengan lipatan yang rumit. Sehingga membentuk sebuah hati. Lalu dia kembali menuliskan sesuatu di atas permukaan kertas yng sudah dilipatnya seperti bentuk hati itu. Dia menulis sebuah kata ‘saranghae’.
Namja itu bangkit dari duduknya. Dia berjalan, bukan menghampiri yeoja yang sedari tadi dipandanginya. Tapi dia justru jalan ke salah satu fakultas yang bertuliskan ‘Kedokteran SIU’ lalu masuk kedalam fakultas itu. Menyusuri koridor dan berhenti tepat di sebuah loker panjang yang berwarna hijau itu. Dari cela fentilasi yang ada di salah satu loker itu dia memasukkan surat yang tadi dia tulis di taman. Loker itu bertuliskan angka 225. Terlihat jelas bahwa loker itu pastilah milik yeoja yang tadi dipandanginya saat di taman.Lalu namja itu segera berbalik dan pergi begitu saja.

________ Minho pov ________

“ Yeoboseyeo “ sahutku pada orang yang ada di seberang sana tanpa melihat siapa yang telah menggangguku yang baru saja akan mulai memainkan PSP-ku.

“ Oppa ~ odie ? “ tanya orang itu. Aku sedikit menjauhkan handphone-ku dari telinga dan melihat kelayar handphone siapa orang yang menelfonku.

Nae chagiya. Sejujurnya saja bukan maksudku lebay menamai nomor itu. Tapi sungguh itu bukan aku yang menamainya. Tapi yeojachingu-ku lah yang mendesakku untuk menamai contact-nya seperti itu. Aku yang tidak tega dengan rengekannya akhirnya pasrah saja.

“ Aku sedang di backstage, wae YunRi-ah ? “ tanyaku padanya.

“ Ah~ Oppa, apakah masih lama ? Aku ingin makan malam bersamamu. Kau mau kan Oppa ? Mau ne..” rengeknya.

Selalu seperti ini. Yeoja ini selalu membuatku terkekeh geli dengan sikap manjanya itu. Hah~ Seperti biasa juga aku selalu tidak tega untuk menolak permintaannya. Meski terkadang sedikit kesal dengan paksaannya. Tapi aku senang, dia bisa meluangkan waktunya untukku.

“ Aniyeo ini juga sudah selesai. Kau mau makan malam di mana ? “ tanyaku.

“ Mm aku tunggu Oppa di kafetria di depan Sungai Han saja, otte ? “ tanyanya dengan nada riang.

“ Gurae, aku akan segera ke sana. “ jawabku dan segera memutuskan sambungan telefon.

“ Hyung mau ke mana lagi nih ? “ tanya Taemin yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku sembari 
memamerkan senyuman manisnya yang bisa membuat semua Noona terpesona.

“ Rahasialah, Want to know aja.. “ kataku sembari mencubit kedua pipi si Taemin.

“ Pasti yeoja itu lagi.. “ sambung Key dengan nada dinginnya.

Ya, aku tau Key memang tidak suka dengan hubunganku dan YunRi. Dia selalu emosional dan bersikap dingin ketika aku sedang bersama YunRi. Aku yang sudah kesal setengah mati karena sikap dingin dan ketusnya terhadap YunRi pun bertanya saat itu juga ‘Kenapa kau membenci YunRi ?’ tanyaku padanya saat kami berdua ada di dalam kamar dorm *eaa* #plak. Dia diam dan menatapku dengan tatapan lasernya dan berkata dengan tenangnya ‘Jangan pernah berpikir aku cemburu. Belum saatnya kau tau alasan mengapa aku membenci yeoja itu. Yang jelas aku tidak suka jika kau berdekatan dengan yeoja manja itu.’Lalu dia pergi begitu saja dari kamar dan sejak saat itu aku selalu mendesaknya untuk memberitahuku alasannya.

Tapi kau taulah Key si Almigthy dari Boyband fenomenal Shinee itu seperti apa. Dia tidak menjawab tapi malah menatapku dingin dan terkadang dia malah mempidatoiku habis-habisan karena terlalu dekat dengan YunRi. Apa salahnya coba ? Diakan yeojachingu-ku.

“ Sudah kukatakan jangan terlalu dekat dengannya..” Key meneruskan perkataannya sebari berkaca di ruang artis ini dan membetulkan rambutnya yang sedikit bergeser (?).

“ Apa maksudmu ? “ tanyaku mulai kesal dengan si Almigthy ini. Dia benar-benar membuatku penasaran setengah mati.

“ Tidak bermaksud apa-apa Minho-ah. “ dengan nada lembut dia menjawab pertanyaanku dan kemudian berbalik terus tersenyum ala Key Shinee ( readers : Yaiyalah diakan Key Shinee #plak. ) yang membuatku bergidik.

Brak~

Suara pintu di banting. Membuat kami bertiga yang ada di ruang tunggu artis ini refleks menoleh ke arah sumber suara.

“ Aku tidak mau tau hyung. Kau harus mengganti handphone-ku yang kecemplung di WC.” Jjong tiba-tiba datang dengan sang leader tercintrong di sampingnya, Onew. Dia kelihatannya kesal. Sementara Onew hyung tertunduk, sepertinya dia baru saja membuat masalah.

“ Wae ? “ tanya Key dengan nada keibuannya menghampiri OnJjong yang baru masuk ruang artis.

“ Onew hyung. Tadi, aku memintanya untuk menemaniku ke toilet tapi saat aku menitipkan handphone-ku. Eh, tiba-tiba jatuh dan kecemlung ke dalam WC. Nih, lihat ni…” curhat Jjong hyung pada Key sembari mengacung-acungkan handphone-nya yang masih basah itu di depan wajah Key. Key malah menampakkan tatapan jijiknya sambil memegangi hidungnya.

“ Mianhae Jjong-ah. Sungguh, aku tidak sengaja. “ sesal Onew hyung dengan wajahnya yang tertunduk menyesal. Hah~ Onew hyung.. Bahkan di saat seperti ini dia masih bisa terlihat kiyut unyuk-unyuk gimana gituh. *author meleleh*

“ Tapi kau harus menggantinya hyung. Ini sudah rusak. “ rengek Jjong yang hampir menangis.

“ Ckckck~ Sudah tau Onew hyung ceroboh. Masih juga dititipin untuk memegang sesuatu..” Taemin berceletuk sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Ne, aku akan menggantinya. Tapi kau jangan marah lagi ya Jjong. Yakseo ? “ kata Onew hyung sambil mengacungkan jari kelingkingnya pada Jjong. Tidak memperdulikan celetukan si magnae.

“ Ne, Yakseo hyung.“ sahut Jjong mantap sembari tersenyum tiga jari dan memeluk Onew hyung ala teletubies. Astaga mereka benar-benar couple aneh *author digorok MPV dan Blingers*

“ OnJjong moment~ “ seruku,Key dan Taemin berbarengan sembari menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah hyungduel kami.

________ Minho pov ________

Tadi siang Eomma menyuruhku untuk pulang ke rumah. Untungnya manager mengijinkanku pulang. Sesampainya di rumah, aku sangat terkejut dengan pernyataan………………………….


>>>> TBC <<<<
Makasih buat semuanya yang udh mau baca FF gak jelas ini. Ceritanya emang umum.. Dan Mian jika ini FF sangat amat membosankan dan sangat amat tidak bisa dipahami.. I hope you happy with my FF..  J

Don't forget to comment  chingu~ ^-^

Tidak ada komentar: